Semarang, PSSIJateng.com – Plt Ketua PSSI Jawa Tengah, Ahmad Riyadh UB Ph.D menyayangkan kejadian kerusuhan pada pertandingan babak Semifinal Leg kedua antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen, Kamis (12/02) di Stadion Krida Rembang. Pada pertandingan tersebut tim tamu Persak Kebumen keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 0-2 atas tuan rumah PSIR Rembang. Persak Kebumen unggul aggregat 1-3 dan memastikan diri lolos ke babak Final Liga Jateng 2025-26.

Pertandingan penting yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play serta mematuhi  Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI yang sudah ditentukan berubah menjadi kebrutalan massal di lapangan dan luar lapangan. Peristiwa sangat memalukan dan merusak  citra dan marwah sepakbola nasional, ketika kekerasan dilakukan terhadap perangkat pertandingan oleh berbagai pihak di Stadion Krida Rembang.

Atas berbagai kejadian ini, semua tidak lagi dapat ditolerir. Sehingga PSSI Jawa Tengah, mengambil langkah hukum dengan menegakkan Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI di sepakbola, dan memproses ke jalur hukum di luar sepakbola, melalui prosedur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Berkaitan dengan penerapan Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin sepakbola, Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah, akan memutuskan sanksi atas kejadian ini sesuai regulasi diberikan kepada Tim (Klub) dan individu (pemain, ofisial) yang terlibat. Serta hukuman kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) atas buruknya penyelenggaraan pertandingan hingga terjadi hal yang demikian.” Ucap Ahmad Riyadh

PSSI Jateng cepat merespon terkait kejadian ini, “Komdis PSSI Jawa Tengah sedang melakukan sidang untuk memastikan penerapan sanksi yang diberikan, sesuai dengan fakta yang ada dan data yang telah dikumpulkan serta saksi-saksi yang dimintai keterangan. PSSI Jateng berharap putusan sanksi maksimal dapat diberikan, mengingat kejadian tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Dengan harapan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali diwaktu mendatang, sebab hal tersebut bukan saja mencoreng nama sepakbola Jawa Tengah, tetapi lebih dari itu hal ini menjadi citra buruk persepakbolaan secara nasional”. Kata Ahmad Riyadh

PSSI Jawa Tengah langsung melalukan analisis dan evaluasi dari peristiwa ini. “Evaluasi yang kami lakukan termasuk dalam hal sistem kompetisi yang dijalankan. Jika selama ini kompetisi amatir yang dilaksanakan di Jawa Tengah selalu menggunakan system Home and Away, namun selalu memiliki kelemahan pada aspek penyelenggaraan. Dimana banyak pelanggaran terjadi berawal dari tidak terpenuhinya aspek ini dengan baik, serta pelaksanaan regulasi yang buruk. PSSI Jateng akan membicarakan menggunakan sistem Centralized atau Home Tournament. Tentu dengan harapan dalam segi pelaksanaan dapat lebih mudah terkontrol. Tetapi semua akan dimusyawarahkan kepada seluruh klub anggota. Seperti diketahui, selama penyelenggaraan Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah tahun 2025/2026 yang digulirkan sejak awal tahun ini, Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah telah menerbitkan putusan (lebih dari 90 putusan) bagi Klub maupun Pemain dan Ofisial. Jadi sesungguhnya kami sangat serius mengawal Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI dalam penerapannya sebagaimana seharusnya” Pungkasnya

admin
February 13, 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *