Semarang, PSSIJateg.com – Asosiasi Provinsi PSSI Jateng menggelar kursus Pengawas Pertandingan, Selasa(10/11. Sebanyak 42 peserta tersebut terdiri dari 37 pria, dan 5 wanita. Bukan hanya dari Jawa Tengah, beberapa peserta berasal dari luar pulau. Antara lain, Papua, NTT, Sulawesi Selatan, DIY, Kepulauan Riau.

Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi, mengatakan, kursus pengawas pertandingan atau Match Commissioner Course 2022 merupakan program kerja tahunan Asprov PSSI Jateng. Sebelumnya sudah digelar kursus wasit C1 satu kali, C2 dua kali, dan C3. “Banyak yang kita serahkan ke Askab atau Askot dan pelatih juga,” katanya. Kursus pengawas berlangsung 22 – 27 November 2022.

Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, menjelaskan kursus pengawas pertandingan ini menjadi modal berharga bagi pengawas pertandingan ke depan sebab tantangannya semakin sulit. “Walaupun Liga sedang berhenti, kompetisi sedang berhenti, tapi pembinaan di semua elemen tetap berjalan. Pembinaan bukan hanya pemain, tetapi pelatih, wasit, panpel, match commissioner,” kata Yoyok di sela acara, Selasa sore.

Menurut dia, pengawas pertandingan perlu bekal yang cukup sebelum bertugas dalam kompetisi resmi. Berkaca dari tragedi Kanjuruhan awal Oktober lalu, momentum kursus ini juga menjadi wadah pembekalan yang lebih dalam lagi bagi para pengawas pertandingan.

Match Commissioner perlu diadakan untuk merefresh. Sehingga diberikan materi lebih dalam lagi dan lebih banyak lagi, serta SOP dari pemerintah diterapkan lagi. “Jadi nanti lebih siap menghadapi liga,” tambahnya.

Sekretaris Asprov Jateng, Purwidyantanto, menambahkan Match Commissioner merupakan orang yang ditugaskan dalam kompetisi sebagai wakil tertinggi federasi. Asprov PSSI Jateng menugaskan Match Commissioner ke sebuah pertandingan dari PSSI. Kursus pengawas pertandingan diberikan silabus selama 26 jam. “Mereka harus memiliki dasar-dasar yang dilibatkan pertandingan,” ujarnya.

Panitia penyelenggara kursus menunjuk Stadion Manahan sebagai lokasi saat sesi praktek. Sesi praktek ini, lanjut Antok bukan hanya mengenalkan venue stadion yang ideal tapi juga memberikan pemahaman bagaimana match commissioner dapat melakukan inspeksi stadion sehingga siap dan memenuhi ketentuan regulasi untuk dijadikan sebagai tempat menyelenggarakan pertandingan.

“Practical session pada hari Jumat di Stadion Manahan, yang  kita nilai sebagai stadion yang ideal untuk memberikan pengenalan kepada mereka. Walaupun, kita menyadari pekerjaan mereka nanti pasti akan ketemu banyak hal yang tidak ideal, tapi lebih baik mereka belajar dulu hal-hal yang ideal, kemudian nanti akan memiliki inovasi-inovasi ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak ideal,” tandasnya.

admin
November 23, 2022